Halaman

Minggu, 07 Oktober 2012

Anak Indigo, Istimewa?

Selamat malam sobat! Kali ini kita mau bahas Indigo nih, udah tau indigo? Indigo sering dikaitkan sama anak yang punya kecerdasan luar biasa, tapi sebenernya sob, julukan indigo ngga dikenal dalam dunia psikologi.

Konsep anak indigo pertama kali dikemukakan pada tahun 1970an oleh seorang paranormal bernama Nancy Ann Tappe yang mencoba mengklasifikasikan masa dan kepribadian seseorang berdasarkan warna aura.

Dalam bukunya yang berjudul "Understanding your life through color" yang terbit tahun 1982, Tappe berkata:

"Setiap masa universal akan disertai dengan sejumlah besar orang yang memiliki warna aura yang sesuai dengan masa itu. Misalnya, orang dewasa sekarang kebanyakan memiliki warna biru atau violet. Dua warna itu adalah warna yang paling dibutuhkan pada masa transisi ini, masa Violet. Sedangkan pada masa yang akan datang, yaitu masa Indigo, warna-warna Indigo akan menjadi warna yang umum."


Dengan kata lain, Tappe membagi-bagi masa di dunia ini lewat warna, dan masa yang akan datang, yang disebutnya sebagai masa Indigo, warna Indigo akan mendominasi dan anak-anak yang lahir pada masa itu akan memiliki ciri-ciri tertentu yang bisa diobservasi.

By the way, bagi yang belum mengetahui, Indigo adalah nama sebuah warna pada spektrum elektromagnetik yang berada diantara warna biru dan violet.
Tappe mengaku menemukan pola energi indigo ini ada pada lebih dari 95% anak yang lahir dalam 10 tahun terakhir. Ia memprediksikan kalau Fenomena ini akan segera terjadi dalam skala global sob.


Menurut Tappe, anak Indigo dapat dikenali dari ciri-ciri sebagai berikut nih:
  1. Memiliki mata yang besar dan jernih.
  2. Memiliki pemikiran yang lebih dewasa dibanding usianya.
  3. Memiliki ingatan yang sangat kuat.
  4. Memiliki keinginan untuk hidup dengan mengikuti kata hatinya.
  5. Sensitif.
Anak-anak ini dipercaya akan mengubah kesadaran umat manusia dan membantu mengubah irama kehidupan manusia.

Dan menurut Tappe lagi, anak-anak inilah jembatan menuju masa depan.

Konsep yang dikemukakan oleh Tappe kemudian mencapai kemashyurannya pada tahun 1990an lewat tangan penulis lainnya.


Kalo ini ciri-ciri Indigo menurut Lee Carroll:


  1. Mereka hadir ke dunia dengan perasaan sebagai bangsawan dan kadang bersikap seperti itu.
  2. Mereka memiliki perasaan "layak ada di sini" dan kadang terkejut ketika orang lain tidak mempercayainya.
  3. Harga diri tidak terlalu penting. Mereka malah sering memberitahukan kepada orang tuanya "siapa mereka sebenarnya".
  4. Mereka memiliki kesulitan untuk tunduk kepada otoritas mutlak.
  5. Mereka seringkali menolak melakukan sesuatu yang tidak disukai seperti mengantri.
  6. Mereka seringkali menjadi frustasi dengan sistem yang kaku dan tidak kreatif.
  7. Mereka seringkali merasa punya cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu.
  8. Mereka terlihat anti sosial dan susah bergaul, kecuali dengan anak yang sejenis dengannya.
  9. Mereka seringkali menolak ketika didisiplinkan.
  10. Mereka tidak malu untuk mengungkapkan apa yang dimaunya.
Kesepuluh ciri ini kemudian menjadi faktor sangat penting dalam memberikan label anak Indigo kepada seseorang.


Dari kesepuluh ciri-ciri diatas sih menurut gua dan temen, gua masuk semua #hore #lho.

Penganut teori indigo percaya kalo anak indigo adalah anak yang spesial, apakah sobat juga termasuk? Mungkin. Bukan 'nama' indigo-nya yang penting, tapi kalo sobat secerdas seperti apa yang diceritakan tentang anak indigo, itu yang membuat sobat spesial..

Sabtu, 06 Oktober 2012

Kepribadian Ganda, Banyak muka?

Nah kali ini, gua mau kasih postingan yang bermanfaat dan ngga ngawur kayak biasanya :D. Kepribadian ganda, ya, itu gua banget, di lingkungan yang berbeda sifat gua juga berbeda, di rumah gua hampir ngga pernah ngomong/berinteraksi sama keluarga sob, selalu cemberut, tapi disekolah gua mendadak lain, mendadak ganteng gitu jadi orang yang terbuka, banyak omong, selalu ketawa, dan masih banyak lagi sifat gua yang berbeda tergantung lingkungannya, kalo disebutin kepanjangan kali ya, langsung aja deh.


DID atau kepribadian ganda dapat didefinisikan sebagai kelainan mental dimana seseorang yang mengidapnya akan menunjukkan adanya dua atau lebih kepribadian (alter) yang masing-masing memiliki nama dan karakter yang berbeda.

Mereka yang memiliki kelainan ini sebenarnya hanya memiliki satu kepribadian, namun si penderita akan merasa kalau ia memiliki banyak identitas yang memiliki cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan dan interaksi terhadap lingkungan yang berbeda-beda.

Walaupun penyebabnya tidak bisa dipastikan, namun rata-rata para psikolog sepakat kalau penyebab kelainan ini pada umumnya adalah karena trauma masa kecil.

Untuk memahami bagaimana banyak identitas bisa terbentuk di dalam diri seseorang, maka terlebih dahulu kita harus memahami arti dari Dissociative (disosiasi).

Disosiasi
Pernahkah kalian mendapatkan pengalaman seperti ini: Ketika sedang bertanya mengenai sesuatu hal kepada sahabat kalian, kalian malah mendapatkan jawaban yang tidak berhubungan sama sekali.

Jika pernah, maka saya yakin, ketika mendapatkan jawaban itu, kalian akan berkata "Nggak nyambung!".

Disosiasi secara sederhana dapat diartikan sebagai terputusnya hubungan antara pikiran, perasaan, tindakan dan rasa seseorang dengan kesadaran atau situasi yang sedang berlangsung.

Dalam kasus DID, juga terjadi disosiasi, namun jauh lebih rumit dibanding sekedar "nggak nyambung".

Proses terbentuknya kepribadian ganda
Ketika kita dewasa, kita memiliki karakter dan kepribadian yang cukup kuat dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan. Namun, pada anak yang masih berusia di bawah tujuh tahun, kekuatan itu belum muncul sehingga mereka akan mencari cara lain untuk bertahan terhadap sebuah pengalaman traumatis, yaitu dengan Disosiasi.

Dengan menggunakan cara ini, seorang anak dapat membuat pikiran sadarnya terlepas dari pengalaman mengerikan yang menimpanya.

Menurut Colin Ross yang menulis buku The Osiris Complex (1995), proses disosiasi pada anak yang mengarah kepada kelainan DID terdiri dari dua proses psikologis. Kita akan mengambil contoh pelecehan seksual yang dialami oleh seorang anak perempuan.

Proses Pertama: anak perempuan yang berulang-ulang mengalami penganiayaan seksual akan berusaha menyangkal pengalaman ini di dalam pikirannya supaya bisa terbebas dari rasa sakit yang luar biasa. Ia bisa mengalami "out of body experience" yang membuat ia "terlepas" dari tubuhnya dan dari pengalaman traumatis yang sedang berlangsung. Ia mungkin bisa merasakan rohnya melayang hingga ke langit-langit dan membayangkan dirinya sedang melihat kepada anak perempuan lain yang sedang mengalami pelecehan seksual. Dengan kata lain, identitas baru yang berbeda telah muncul.

Proses Kedua, sebuah penghalang memori kemudian dibangun antara anak perempuan itu dengan identitas baru yang telah diciptakan.

Sekarang, sebuah kesadaran baru telah terbentuk. Pelecehan seksual tersebut tidak pernah terjadi padanya dan ia tidak bisa mengingat apapun mengenainya.

Apabila pelecehan seksual terus berlanjut, maka proses ini akan terus berulang sehingga ia akan kembali menciptakan banyak identitas baru untuk mengatasinya. Ketika kebiasaan disosiasi ini telah mendarah daging, sang anak juga akan menciptakan identitas baru untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pengalaman traumatis seperti pergi ke sekolah atau bermain bersama teman.

Salah satu kasus kepribadian ganda yang ternama, yaitu Sybil, disebut memiliki 16 identitas yang berbeda.

Menurut psikolog, jumlah identitas berbeda ini bisa lebih banyak pada beberapa kasus, bahkan hingga mencapai 100. Masing-masing identitas itu memiliki nama, umur, jenis kelamin, ras, gaya, cara berbicara dan karakter yang berbeda.

Setiap karakter ini bisa mengambil alih pikiran sang penderita hanya dalam tempo beberapa detik. Proses pengambilalihan ini disebut switching dan biasanya dipicu oleh kondisi stres.

Ciri-ciri pengidap kepribadian ganda
Ketika membaca paragraf-paragraf di atas, mungkin kalian segera teringat dengan salah seorang teman sekolah kalian yang suka mengubah-ubah penampilannya. Bagi kalian, sepertinya ia memiliki identitas yang berbeda.

Atau mungkin kalian teringat dengan salah seorang teman kalian yang biasa tersenyum, namun secara tiba-tiba bisa dikuasai oleh emosi. Ketika amarahnya meledak, kalian bisa melihat wajahnya tiba-tiba berubah menjadi seperti "serigala". Bagi kalian, sepertinya identitas baru yang penuh amarah telah menguasainya.

Apakah mereka pengidap DID?

Bagaimana cara kita mengetahuinya?

Jawabannya adalah pada identitas yang menyertai perubahan penampilan atau emosi tersebut.

Misalkan teman kalian yang suka mengubah penampilan atau sering mengalami perubahan emosi tersebut bernama Edward. Jika ia mengubah penampilan atau mengalami perubahan emosi dan masih menganggap dirinya sebagai Edward, maka ia bukan penderita DID.


Untuk mengerti lebih dalam bagaimana cara membedakannya, lihat empat ciri di bawah ini. Jika di dalam diri seseorang terdapat empat ciri ini, maka bisa dipastikan kalau ia mengidap DID atau kepribadian ganda.

Ciri-ciri tersebut adalah:

  1. Harus ada dua atau lebih identitas atau kesadaran yang berbeda di dalam diri orang tersebut.
  2. Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih perilaku orang tersebut (Switching).
  3. Ada ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang berkenaan dengan dirinya yang terlalu luar biasa untuk dianggap hanya sebagai lupa biasa.
  4. Gangguan-gangguan yang terjadi ini tidak terjadi karena efek psikologis dari substansi seperti alkohol atau obat-obatan atau karena kondisi medis seperti demam.
Dari empat poin ini, poin nomor 3 memegang peranan sangat penting.

98 persen mereka yang mengidap DID mengalami amnesia ketika sebuah identitas muncul (switching). Ketika kepribadian utama berhasil mengambil alih kembali, ia tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi ketika identitas sebelumnya berkuasa.

Walaupun sebagian besar psikolog telah mengakui adanya kelainan kepribadian ganda ini, namun sebagian lainnya menolak mengakui keberadaannya.

Mereka mengajukan argumennya berdasarkan pada kasus Sybill yang ternama.

Kasus Sybil Isabel Dorsett
Salah satu kasus paling terkenal dalam hal kepribadian ganda adalah kasus yang dialami oleh Shirley Ardell Mason. Untuk menyembunyikan identitasnya, Cornelia Wilbur, sang psikolog yang menanganinya dan menulis buku mengenainya, menggunakan nama samaran Sybil Isabel Dorsett untuk menyebut Shirley.

Dalam sesi terapi yang dilakukan oleh Cornelia, terungkap kalau Sybil memiliki 16 kepribadian yang berbeda, diantaranya adalah Clara, Helen, Marcia, Vanessa, Ruthi, Mike (Pria), Sid (Pria) dan lain-lain. Menurut Cornelia, 16 identitas yang muncul pada diri Sybil berasal dari trauma masa kecil akibat sering mengalami penyiksaan oleh ibunya.

Kisah Sybil menjadi terkenal karena pada masa itu kelainan ini masih belum dipahami sepenuhnya. Bukunya menjadi best seller pada tahun 1973 dan sebuah film dibuat mengenainya.

Namun, pada tahun-tahun berikutnya, keabsahan kelainan yang dialami Sybil mulai dipertanyakan oleh para psikolog.

Menurut Dr.Herbert Spiegel yang juga menangani Sybil, 16 identitas yang berbeda tersebut sebenarnya muncul karena teknik hipnotis yang digunakan oleh Cornelia untuk mengobatinya. Bukan hanya itu, Cornelia bahkan menggunakan Sodium Pentothal (serum kejujuran) dalam terapinya.

Dr.Spiegel percaya kalau 16 identitas tersebut diciptakan oleh Cornelia dengan menggunakan hipnotis. Ini sangat mungkin terjadi karena Sybil ternyata seorang yang sangat sugestif dan gampang dipengaruhi. Apalagi ditambah dengan obat-obatan yang jelas dapat membawa pengaruh kepada syarafnya.

Kasus ini mirip dengan penciptaan false memory dalam pengalaman alien abduction yang pernah saya posting sebelumnya.

Pendapat Dr.Spiegel dikonfrimasi oleh beberapa psikolog dan peneliti lainnya. 

Peter Swales
, seorang penulis yang pertama kali berhasil mengetahui kalau Sybil adalah Shirley juga setuju dengan pendapat ini. Dari hasil penyelidikan intensif yang dilakukannya, ia percaya kalau penyiksaan yang dipercaya dialami oleh Sybil sesungguhnya tidak pernah terjadi. Kemungkinan, semua ingatan mengenai penyiksaan itu (yang muncul karena sesi hipnotis) sebenarnya hanyalah ingatan yang ditanamkan oleh sang terapis, Cornelia Wilbur. 

Jadi, bagi sebagian psikolog, DID tidak lain hanyalah sebuah false memory yang tercipta akibat pengaruh terapi hipnotis yang dilakukan oleh seorang psikolog. Tidak ada bukti kalau pengalaman traumatis bisa menciptakan banyak identitas baru di dalam diri seseorang.

Menurut Dr.Philip M Coons:

"Hubungan antara penyiksaan atau trauma masa kecil dengan Multiple Personality Disorder sesungguhnya tidak pernah dipercaya sebelum kasus Sybil"
Pengetahuan mengenai kepribadian ganda banyak disusun berdasarkan kasus Sybil. Jika kasus itu ternyata hanya sebuah false memory, maka runtuhlah seluruh teori dissosiasi dalam hubungannya dengan kelainan kepribadian ganda. Ini juga berarti kalau kelainan kepribadian ganda sesungguhnya tidak pernah ada.

Perdebatan ini masih terus berlanjut hingga saat ini dan saya percaya kedua pihak memiliki alasan yang sama kuat. Jika memang DID benar-benar ada dan hanya merupakan gejala psikologi biasa, mengapa masih ada hal-hal yang masih belum bisa dijelaskan oleh para psikolog?

Misteri Dalam DID
Misalnya, ketika sebuah identitas muncul, perubahan biologis juga muncul di dalam tubuh sang pengidap. Kecepatan detak jantungnya bisa berubah, demikian juga suhu tubuhnya, tekanan darah dan bahkan kemampuan melihat.

Lalu, identitas yang berbeda bisa memiliki reaksi yang berbeda terhadap pengobatan. Kadang, pengidap yang sehat bisa memiliki identitas yang alergi. Ketika identitas itu menguasainya, ia benar-benar akan menjadi alergi terhadap substansi tertentu.

Lalu, misteri lainnya adalah yang menyangkut kasus Billy Milligan yang dianggap sebagai kasus DID yang paling menarik. Kisah hidupnya pernah dituangkan ke dalam sebuah buku berjudul "24 wajah Billy".

Billy adalah seorang mahasiswa yang dihukum karena memperkosa beberapa wanita. Dalam sesi pemeriksaan kejiwaan, ditemukan 24 identitas berbeda dalam dirinya.

Identitas yang mengaku bertanggung jawab atas tindakan pemerkosaan itu adalah seorang wanita. Identitas lain bernama Arthur yang merupakan orang Inggris dan memiliki pengetahuan luas.

Dalam interogasi, Arthur ternyata bisa mengungkapkan keahliannya dalam hal medis, padahal Billy tidak pernah mempelajari soal-soal medis. Menariknya, Arthur ternyata lancar berbahasa Arab. Bahasa ini juga tidak pernah dipelajari oleh Billy. Identitas lain bernama Ragen bisa berbicara dalam bahasa Serbia Kroasia. Billy juga tidak pernah mempelajari bahasa ini.

Bagaimana Billy bisa berbicara dalam semua bahasa itu jika ia tidak pernah mempelajarinya?

Misteri ini belum terpecahkan hingga hari ini.

Kecuali tentu saja kalau kita menganggap Billy hanya mengalami kasus kerasukan setan dan tidak menderita DID.


(wikipedia, minddisorders.com)

Sabtu, 29 September 2012

Jomblo

Assallamuallaikum, selamat malam, sabtu malam sob! Ya, daripada bengong ya kan, mending baca postingan gua aja sob. Kenapa malem ini gua sebut sabtu malam? Yap, sebagian jomblo ada yang alergi kalo gua nyebutnya 'Malem minggu'.. Tuh kan, tuh kan mulai gatal-gatal kalo denger kata itu.

Banyak orang yang bilang jomblo itu adalah orang yang paling menderita, kenyataannya? SALAH. Yang paling menderita itu bukan jomblo, yang paling menderita itu pacaran tapi serasa ga punya pacar, pacaran tapi ngga dianggep pacaran, pacaran tapi LDR (Long Distance Relationship) yang pacaran jarak jauh gitu, pacar sih ada, tapi MANA? Yakin dia setia? Yakin dia ngga selingkuh? Yakin tuh dia masih anggep kamu pacar? Yap, kaum LDR-pun mulai berfikir dan galau :p

Kata siapa jomblo itu ga enak? Jomblo itu bebas, deket siapa aja, grepe siapa aja #eh. Dan jomblo itu terbagi menjadi beberapa macam jenis, tapi disini gua sebutin 4 diantaranya aja ya, nih:

1. Jomblo yang bilang "Aku lagi pingin sendiri aja".
Nah yang pertama ini nih jomblo yang banyak alibi atau kebohongan, dia sebenernya ga laku dan sejak lahir selalu sendiri, tapi bilangnya lagi pingin sendiri.

2. Jomblo yang bilang "Aku selalu menunggumu".
Yang kedua ini pasti jomblo yang seumur idup baru pacaran 1x dan selanjutnya ga laku, jadi dia pingin terus menunggu, nunggu ada yang kasian sama nunggu harapan palsu.

3. Jomblo yang bilang "W sering disakiti,w dah g percaya lg ma cinta".
Kalo yang ini jomblo ala @jajang_nandar , itulho, selebtwit yang akhir-akhir ini terkenal gara-gara keunikannya nge-tweet pake bahasa romawi kuno #eh, itu adalah tipe jomblo yang sudah putus asa, dia sering disakitin, Cinta udah ga dipercaya lagi sama dia. Hmm.. *prihatin*

4. Jomblo yang bilang "Jodohku masih ditangan Tuhan"
Jomblo yang satu ini nih, dia ber alibi jodohnya masih ditangan Tuhan, padahal dia udah berusaha nyari pacar tapi ngga dapet-dapet.

Yah itu contoh macam-macam jomblo, ngenes ya? Iya emang. Tapi ngga apa-apa, jadilah jomblo yang baik, jomblo yang berprestasi, jomblo yang elegan, jomblo yang selalu dimintain Pin atau No. HP kayak gini nih :


Dan itu dulu mungkin, Palembang lagi hujan sob, menikmati dulu suasana hujan, dan bergalau ria.

Selamat ber-Sabtu malam!

Now Listen : Repvblik - Sandiwara Cinta.

Rabu, 26 September 2012

Tawuran Keren? Ciyus? Cungguh? Miapah?

Assallamuallaikum dan selamat malam para pembaca :) . Gua kembali lagi menulis di blog sederhana ini, 3 bulan sudah gua tinggalin dunia pertulisan atau mungkin lebih tepatnya dunia per-ketik-an #halah. Tanya kenapa gua tergugah kembali untuk kembali mengisi blog ini dengan postingan gua yang sangat-sangat nggak bermutu? Ya, disini Jogja lagi hujan deres-deresnya bray plus gua lagi dengerin lagunya Rama - Bertahan, dan ya, seketika gua galau. Alasan yang nggak nyambung..

Tanpa banyak lagi basa-basi kita langsung ke topik ya sob, tentang tawuran nih, akhir-akhir ini banyak yang memberitakan pelajar SMU yang tewas sob, cuma akibat tawuran yang terjadi cuma karena rasa "solidaritas". Mungkin para ABG ini belum ngerti arti sesungguhnya "solidaritas", solidaritas bukan bantuin temen bacok-bacokan kayak gitu sob. Solidaritas itu kalo temen lagi ngga punya duit buat makan di kantin dan kebetulan kita lagi ada duit, kita bayarin, selain mempererat pertemanan juga dapet pahala, daripada bantuin temen bacok-bacokin anak orang, dapet luka sama dosa, bener ngga?

Tawuran terjadi bukan cuma pengaruh temennya, mungkin juga orang tua yang mungkin lalai dalam mendidik buah hatinya #cielaa. Dan jujur, selama ini gua nganggep tawuran itu keren, gua juga pernah tawuran, walaupun cuma sama adek sepupu gua, dan gua pun menang #bangga. Tapi setelah adanya berita tentang korban jiwa akibat tawuran, gua baru sadar, sekarang tawuran itu perbuatan yang gua najis-kan dan gua haram-kan.

Buat lu yang nganggep tawuran itu keren, coba lu fikirin, orang tua lu sob, kerja banting-tulang, cari duit buat lu sekolah itu susahnya minta ampun, lu belum ngerasain aja, nanti kalo lu jadi orang tua, berat sob. Coba lu bayangin gimana perasaan orang tua lu, yang sekolahin lu dengan duit hasil kerja keras, ngasih makan lu, gedein lu, disekolah bukan belajar malah tawuran, sok jagoan, sok preman, sok berkuasa, yang pinginnya banggain lu dengan prestasi lu, malah lu kecewain. Coba bayangin kalo ikut tawuran terus lu terbunuh, sia-sia perjuangan orang tua lu, apalagi kalo lu anak tunggal, apa yang mau dibanggain? Matinya lu pas ikut tawuran? Masuknya foto lu yang kena bacok di koran & Tipi-tipi? Mau nyesel ngga bisa lagi, udah terlambat, lu udah mati.

Inget sob, lebih baik lu fokus buat masa depan lu, jadi orang sukses, kaya raya, banyak mobil, bisa bahagiain sama naik haji-in orang tua, banyak pacar, istri 3, banyak selingkuhan, enak to kalo udah sukses gitu? Daripada pas tawuran lu kena bacok, kalo ga mati, lu hidup dengan cacat, banyak orang yang (maaf) cacat pingin hidup normal dengan anggota tubuh yang lengkap tapi apa daya, ngga bisa, nah lu yang anggota badannya masih lengkap jaga baik-baik, gunakan pemberian Allah dengan baik dan bijak.

Mungkin itu aja pesan gua sob, gua harap lu bisa nentuin jalan hidup lu dengan lebih dewasa. Waktu terus berjalan, masa depan nggak bisa nunggu, jadi mulai sukses lu dari sekarang dari hal kecil kemudian rubah jadi besar. Selamat malam..